Mengatur Waktu Supaya Karya Tulis Ilmiahmu Selesai Sesuai Target

Oleh: Umi Zulfa

Siapa bilang kerjaan penulis itu bebas, sebebas-bebasnya? Sama seperti pekerjaan lain yang mengandalkan ketepatan waktu sebagai tolak ukur keberhasilan, aktivitas menulis pun memiliki jadwal sendiri yang harus dipatuhi oleh setiap penulis bagaimana pun kondisinya. Kalau kamu hanya bermalas-malasan, sering menunda dan cenderung banyak alasan, alhasil tulisanmu tidak akan pernah selesai.

jika kamu termasuk tipe penulis yang demikian? Pastinya tidak akan pernah selesai kuliahnya. Di saat teman-teman penulis lain sudah mulai menggarap karya baru, kamu masih saja berkutat dengan cerita lama yang tak kunjung usai. Karena berbagai alasan menunda untuk menyelesaikan karya ilmiahmu. Maka manajemen waktu perlu diatur sebagaimana mestinya

#1 Tentukan deadline

Tanpa deadline, kualitas pengerjaan tulisanmu bakal terganggu. Sejak awal kamu tidak menetapkan target jelas kapan kamu menyelasaikannya. Akibatnya, kamu hanya menulis di saat kamu ingin menulis dan di saat kondisi hati atau mood mengizinkanmu menulis. Kamu tidak peduli seberapa banyak tulisan yang kamu hasilkan dalam sehari, yang penting menurutmu kamu sudah berbuat benar walau hanya menulis sepatah dua patah kata. Semua tergantung mood.

Kalau mood sedang tidak mendukung, intensitas menulismu pun berkurang, atau bahkan jangan-jangan kamu merasa enteng saja walau sudah berhari-hari tidak melanjutkan tulisan. Oleh karena itu, memiliki target menulis penting supaya waktu menulismu tetap teratur.

Mau tak mau kamu harus ‘memaksa dirimu sendiri’ untuk menulis sesuai kesepakatan yang kamu buat sebagai bentuk kepatuhanmu terhadap deadline. Jika kamu menargetkan selesai satu halaman setiap harinya, kamu wajib melakukannya. Tak peduli apakah kamu sedang malas, hilang semangat, atau letih sekali pun.

#2 Tanamkan tekad kuat untuk selalu menyetor tulisan

Setelah memiliki deadline, langkah berikutnya adalah menguatkan tekad supaya kamu tetap bekerja seimbang dengan deadline yang telah kamu buat. Anggaplah seperti sebuah pekerjaan kantoran. Ada pimpinan proyek yang senantiasa mengawasimu, bos yang akan menegurmu seandainya kerjaanmu tidak becus, dan sanksi yang merugikan diri sendiri ketika kamu dicap gagal selesai tepat waktu.

Dengan begini kamu terus terpacu untuk menyelesaikan tulisan bagaimana pun caranya. Tidak berarti pula kamu malah asal tulis. Waktu mengejarmu di belakang, tapi kamu tetap harus mempertahankan kinerjamu sebaik mungkin tanpa merasa terpojokkan.

#3 Buat batas jumlah halaman yang harus kamu selesaikan dalam sehari

Satu atau dua paragraf saja tidak cukup. Waktu 24 jam itu panjang, manfaatkanlah secara maksimal kalau kamu memang ingin segera berurusan dengan penerbit. Minimal buatlah satu halaman penuh. Atau mungkin lebih, tergantung dari berapa banyak waktu luangmu dan seberapa cepat kamu bisa menulis.

Dengan rutin melakukannya, lama-lama kamu terbiasa dan tidak lagi mengeluh saat dihadapkan pada batas jumlah halaman yang harus kamu selesaikan setiap harinya.

#4 Jangan kebanyakan main

Demi mendapatkan waktu yang cukup, tak jarang kamu menulis sambil mengerjakan tugas, atau menulis di saat kamu harusnya sedang menikmati momen santai yang terbatas. Adanya rutinitas lain yang dirasa lebih penting untuk kamu lakukan ternyata malah mengorbankan waktu dan kesempatanmu mengerjakan karya.

Manajemen diri dan pengaturan waktu pun rasanya seperti sebuah strategi wajib yang penting untuk diperhatikan. Kalau kamu terlampau sibuk mengurusi kegiatan lain, pastikan kamu mampu mencuri-curi kesempatan di tengah waktu kosong yang tak terpakai. Tidak apa-apa jika sedikit mengorbankan waktu bersantaimu, yang penting kamu tetap punya jam istirahat yang cukup.

#5 Fokus pada kegiatan menulismu

Sebagai penulis kamu tetap butuh waktu buat menenangkan pikiranmu. Ingat bahwa kamu manusia, bukan mesin. Ada kalanya kamu sudah terlalu memforsir tenagamu, entah disadari atau tidak. Badan capek, mata berair karena terpapar layar laptop, pikiran kosong setelah mengeluarkan banyak ide cerita; itu bukan hal yang asing lagi dialami seorang penulis.

Oleh sebab itu penting untuk ‘bermain-main’ sejenak sebelum kembali berkutat dengan tulisanmu. Carilah hiburan, seperti bermain game ponsel atau sekadar duduk santai sembari mendengarkan musik favorit. Boleh juga tuh kamu nongkrong di rumah teman.

Namun jangan kebanyakan bersantai ya. Tulisanmu menunggu untuk dilanjutkan dan kamu mesti sadar bahwa ketatnya deadline selalu mewanti-wantimu.

#6 Curi-curi waktu dan kesempatan di tengah kesibukan

Padatnya aktivitas harian semestinya tidak menjadikanmu pusing sendiri. Fokus pada pekerjaanmu sebagai penulis akan membuat karyamu cepat rampung dan imbasnya kamu bisa lebih cepat bersantai. Bukan berarti pensiun ya. Tidak pula kamu harus mengorbankan kegiatan lain dan orang-orang di sekitarmu.

Tetapkan porsi yang seimbang antara waktu menulis dengan melakukan hal lain. Sebab hidup ini bukan hanya dicurahkan untuk satu hal saja. Kamu tak mau gagal menerbitkan buku gara-gara kamu tak pernah fokus untuk berusaha menerbitkannya, kan?

#7 Manfaatkan waktu luang

Waktu luang adalah saat di mana kamu, beruntungnya, sedang tidak berkegiatan apa-apa. Kamu punya beragam pilihan melakukan apa pun yang kamu suka. Mungkin kamu bakal memilih bermain game online atau chatting. Atau sekadar menutup mata sejenak demi memperoleh ketenangan batin dan pikiran. Tentu saja itu penting buatmu.

Tapi, kenyataannya, waktu luang bisa menjadi senjata ampuh buat mengisi halaman-halaman buku yang masih kosong. Gunakanlah setengah dari waktu luangmu. Apabila kamu kebetulan selesai bersih-bersih rumah lebih cepat dan masih tersisa satu jam sebelum berangkat ke kampus, pakai setengah jam waktumu untuk istirahat dan setengahnya lagi untuk melanjutkan tulisanmu.

#8 Seimbangkan dengan waktu istirahat

Berkaitan dengan poin di atas, istirahat berperan mengembalikan semangat dan kebugaranmu setelah lelah diajak beraktivitas seharian. Istirahat yang cukup membuat kesegaran pikiran tetap terjaga, imajinasi menjadi lebih mudah mengalir, dan ide lebih cepat dipanen.

Menulis juga memakan tenaga dan seiring lamanya kamu menulis, tenaga terkuras lewat ketikan jari-jari tanganmu. Kesibukan bukanlah alasan kamu tak sempat mengistirahatkan tubuh dan pikiranmu sejenak. Jika kamu tetap memaksakan diri, yang ada malah kamu kehilangan semangatmu keesokan harinya. Imbasnya kamu hanya bermalas-malasan seharian.

#9 Jadilah produktif

Produktif berarti kamu sanggup mengatur sepenuhnya waktu menulismu di tengah segala kesibukan yang menyerang bertubi-tubi. Tidak ada gangguan yang tidak bisa kamu atasi, tak ada alasan kamu kekurangan ide, tak ada alasan tulisanmu tak berjalan lancar. Ini adalah puncak dari perjuanganmu.

Menjadi produktif butuh niat, usaha, kejelian dan kemampuan untuk bertahan sepanjang waktu dengan padatnya rutinitas. Pekerjaan lain bukanlah penghalangmu untuk tetap menulis sesuai arahan deadline, dan apa pun kondisinya kamu harus mampu menempatkan dirimu dalam keadaan yang konstan. Tidak kacau, tidak berat sebelah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *