Eksistensi Agama Sebagai Transformasi Kekuatan Membangun Indonesia Secara Utuh


Di dalam kontestasi politik dan proses demokrasi, eksistensi agama harus menjadi kekuatan transformasi membangun kemajuan Indonesia seutuhnya. Sebab kontestasi politik 2024 itu untuk kemajuan Indonesia. Kontestasi politik 2024 harus memajukan Indonesia secara seutuhnya, bukan hanya fisiknya saja. Kemajuan dalam aspek batin atau ruhani, juga terkandung di dalam pancasila, di mana kemajuan ruhani tersebut penuh dengan nilai ketuhanan, keadaban, keadilan, hikmah, kebijaksanaan dan lain sebagainya. Maka harus menjadi komitmen kita semua, sehingga nilai-nilai berbangsa dan bernegara itu dijiwai oleh pancasila, agama dan kebudayaan luhur bangsa. Memajukan ruhani suatu bangsa relatif lebih susah dibandingkan dengan memajukan fisiknya. Jika fisik rusak suatu negara rusak, seperti jalan dan bangunan akan mudah diperbaiki. Tetapi jika terjadi kerusakan ruhani di tubuh bangsa Indonesia, dampaknya adalah terjadinya proses pembusukan tubuh bangsa itu proses kehancuran bangsa Indonesia.

Mari kita bersama membangun Indonesia seutuhnya.
Mari kepada seluruh warga elit bangsa dan seluruh institusi di republik ini, baik negara maupun kekuatan masyarakat bersama-sama membangun Indonesia seutuhnya sebagaimana cita-cita kemerdekaan bangsa kita. Nilai-nilai yang bersumber pada pancasila, agama dan budaya luhur bangsa harus senantiasa dirawat, sehingga dalam bernegara memiliki nilai utama. Sebab bangsa Indonesia memerlukan visi nilai bukan visi pemikiran. Supaya Indonesia melakukan pembersihan sampah-sampah non fisik yang menghambat kemajuannya, seperti korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, merusak alam karena haus keuntungan dan sejenisnya. Kita semua berharap agar Indonesia itu tidak banyak sampahnya, dan kuncinya itu ada di moralitas, luhur dalam berbangsa dan bernegara.

Sahrudin, M.Pd. (Pegiat literasi/Dosen STAIS DHARMA Indramayu)